Dapat Beasiswa Turki, Alhamdulillah!

by - 6:49 AM

Oleh Muhsin Abdul Hadi*

Assalamulaikum. Directly just to the point,

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada setiap orang yang berperan bagi saya untuk mendapatkan beasiswa pemerintah Turki, berikut ini adalah ulasan atau semacam cerita pendek lah tentang alur ngidulnya saya mendapatkan beasiswa ini, (lebih khususnya saya tuliskan artikel ini untuk sahabat mahasiswa ISID).

Saya adalah alumni Gontor tahun 2012 yang alhamdulillah mengabdikan diri di Pondok Gontor 1. Sebelumnya saya pernah berniat untuk melanjutkan sekolah di Pakistan, tepatnya di Islamabad. Karena itu saya mempersiapkan berkas-berkas yang memang perlu diterjemahkan (seperti: KK, akte, ijazah SD/SMP, dan KTP) dan juga Paspor. Setelah semuanya selesai saya persiapkan, dikirimlah semua berkas-berkasnya kesana. Terimakasih saya ucapkan kepada Ikpm Pakistan yang telah banyak membantu (lebih khusus nya for my math teacher). Setelah lama beberapa bulan setelahnya, walaupun belum disertai ijazah karena masih dalam masa mengabdi, alhamdulillah saya sudah mendapatkan calling letter dan noc letter dari universitas, pertanda saya sudah bisa mengajukan visa di kedutaan  Pakistan (visa pakistan butuh  waktu 3-4 bulan lebih).


Di pertengahan saya mengabdi, saya mendapatkan informasi melalui internet bahwa ada pendaftaran beasiswa Turki untuk S2 telah dibuka, dan ada satu orang dari mahasiswa ISID yang lulus berkas akan tapi setelah melewati wawancara beliau tidak lulus. Tak lama setelah itu saya tahu ternyata ada sekitar 6-7 orang dari mahasiswa ISID yang mendaftar, cuman dari mereka semua tidak ada yang lulus terkecuali beliau. Beliau  lulus dan sempat menjalani wawancara.

Di antara bulan Ferbruari dan Maret, dibuka pendaftaran beasiswa untuk S1. Saya mencoba untuk mendaftar di website resminya (http://www.turkiyeburslari.gov.tr/), didalamnya kita disuruh mengisi formulir yang berbahsa inggris, dimulai dari data-data pribadi, juga pertanyaan mengenai jurusan, kontribusi, mengapa harus Turki, dan kenapa memilih jurusan ini. Itu semua diisi dengan jelas dan sebaik mungkin dengan bahasa Inggris. Di akhir, barulah kita mengupload berkas-berkas yang diminta, dari mulai ijazah SMA (waktu itu tidak ada), pasport, ada toefle juga (waktu itu saya memasukan sertifikat penghargaan lomba bahasa Ingris ketika SMP), dan ada pula international exam document (saya sempat pusing untuk memasukan apa). semua berkas yang saya telah masukkan adalah berkas yang pernah saya pakai untuk ke Pakistan.

Singkat cerita, lama saya menunggu, ketika 3 hari setelah pengabdian saya selesai, saya mendapatkan email undangan wawancara dengan membawa dokumen-dokumen asli. Saat itu ada satu buah masalah, ijazah saya belum diambil. Karena saya masih mempunyai waktu, tepatnya hari itu adalah hari rabu dan jadwal wawancara saya adalah hari minggu, saya putuskan kesokan harinya untuk berangkat ke Gontor guna mengambil ijazah (rumah saya di sukabumi 24 jam ke Gontor naik bis). Hari kamis saya berangkat dengan bis yang delay 4 jam (sempet merasa deg-degan takut tidak bisa sampe Jakarta ketika hari minggu). Jum'at malam saya sampai di Gontor, malam itu juga saya mengurus ijazah dan meminta surat rekomendasi dari ISID, sekaligus meminta nasihat kepada Rektor ISID. Setelah itu saya mencari tiket kereta dan ternyata sudah habis. Akhirnya sabtu paginya saya berangkat naik bis lagi kembali ke barat yaitu ke kota Jakarta. Minggu saya sampai di Lebak Bulus (jujur waktu itu saya masih pusing dengan Jakarta, karena saya orang kampung). Alhamdulillah saya dijemput oleh teman tepatnya sekitar jam 10. Sekitar pukul 14.00 saya berangkat ke kedutaan Turki dengan diantar oleh teman. Tak lama menunggu, giliran saya pun datang. Bismillah, ada 4 orang yang sedang mewawancara (bukan orang indo). Ruangan ber-AC akan tetapi cukup panas badan. (Seakan-akan sedang diuji saat Ujian safahi di Gontor dulu). Saya tidak baca buku atau prepare apapun sebelumnya. Teman-teman lain yang diwawancara kebanyakan mereka tahu bnyak hal terutama tentang Turki, yah sedangkan saya 4 hari bolak-balik naik bis ( Sukabumi-Gontor-Jakarta). Tidak sempat terpikirkan membaca buku, ya sudahlah dengan modal bahasa, saya jawab sebisanya, pertanyaannya meliputi banyak hal. Di antaranya;

a. Profile diri
b. Jurusan
c. Kontribusi
d. Kenapa harus Turki
e. Pengetahuan tentang Islam (karena jurusan yang akan saya ambil adalah Illahiyat/jurusan Usuluddin) dll.

Ada beberapa soal yang saya tidak bisa jawab ketika itu, contoh: madzahibul i'tiqadat, pengarang buku bidayatul mujtahid (waktu itu saya lupa). Setelah wawancara selesai, saya langsung pergi karena kebetulan sekali saya adalah orang terakhir di hari yang juga terakhir.

Singkat cerita, karena saya lumayan lama menunggu (sekitar 1 bulan setengah setelah wawancara), saya memutuskan 2 hari kedepan saya mau berangkat ke kedutaan Pakistan. Sambil menunggu visa jadi saya mondok di pesantren salaf di kota Tasik Bandung. Akan tetapi pada keesokan harinya saya mendapatkan email, bahwa saya diterima Alhamdulillah, ya sudah berhubung ini adalah beasiswa, saya beserta keluarga memutuskan untuk mengambil beasiswa Turki ini.Setelah itu saya mulai mengurus semua hal dan itu tidak lama, dimulai dari visa yang hanya 2 hari langsung jadi, reservasi tiket yang dikirim lewat email, dll (bagian ini tidak terlalu penting yang terpenting adalah lolos terlebih dahulu).

Nah, bagi teman-teman, bukannya saya bermaksud untuk menakut-nakuti, akan tetapi kemungkinan untuk tidak lolos akan sangat mungkin terjadi, dikarena beasiswa ini kompetitifannya lumayan (semua orang Indonesia dari mana saja bisa mendaftarkan). Oleh karena itu tolong pengalaman saya ini jangan dijadikan acuan pertama. Karena apa? karena saya takut jikalau teman-teman tidak lolos suatu saat nanti kedepannya, teman-teman akan bingung mau kuliah dimana, saya termasuk orang yang beruntung; dimulai daftar tanpa ijazah SMA, waktu wawancara yang bertepatan setelah pengabdian di Gontor selesai. Ada teman yang mengantar, kebetulan juga bahasanya inggris adalah bahasa yang saya sangat gemari, jadi intinya sebisa mungkin tabur saja benih dimana-mana. Kalau tidak lolos kan, masih ada yang lain, begitu maksud saya (saya daftar tidak hanya di Pakistan dan Turki, tapi juga di Universitas lainnya).

Terakhir kita berdo'a semoga teman-teman yang berkeinginan sekolah diluar Negeri diberikan kesehatan dan kemudahan dalam mendapatkannya dimanapun itu, ini hanya tulisan kecil berdasarkan i'brah ( pengalaman) saya pribadi. Barakallahu lakum annajah..


Not: Syukron alaikum jami'an jazakumullah khairan katisra: my parents and family, Almukarram Ust. Amal fathullah Zarkasyi, teman-teman se-hujrah yayasan, IKPM Turki, Ust.Coy, Arif Affandi, Maulana Putra Jauhari, Didik beserta keluarga, dan semuanya terimakasih banyak. Semoga bermanfaat. Salam dari Kota Samsun, Turki.

*Muhsin Abdul Hadi, anggota baru IKPM Turki, mahasiswa Ilahiyat di Universitas 19 Mayis Samsun, Turki.


You May Also Like

11 comments

  1. Jadiii merinding kalau mau daftar, bisa apa saya, bahasa inggris aja belepotan, haduhhhh... musnah deh harapan saya buat bisa makan salju pake susu coklat.

    ReplyDelete
  2. Semangat mbak! Banyak kok teman-teman yang memulai disini dari nol. Tapi mereka sukses dengan kesungguhan. :)))

    ReplyDelete
  3. Assalaamu'alaykum.
    Barakallah hadi.boleh minta contactnya? Kbtulan jg sdg usha apply bswa. Plhnny salh stunya d ondokuz

    ReplyDelete
  4. Oh yg ngepost aziz..
    Trimksh y infonya..
    Dpt bswa jga?
    Oy,ad contactnya si hadi?

    ReplyDelete
  5. Wassalam. Coba kirim pesan di akun FB İKPM Turki. Nanti kontaknya kami kirim lewat situ. Terima kasih.

    ReplyDelete
  6. inspiring!! meskipun belum bisa ke turki S1 ini, insyaAllah saya akan usaha lagi buat S2 nanti...

    ReplyDelete
  7. kak... maaf tanya... kira" matakuliah apa yang mampu menunjang kemampuan di islamic theology.. aq masih awam kak.. tolong beritahu...

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  9. Maaf kak, kalo waktu belajar pas jam kuliah itu bahasa pelajaranny yg dipake apa kak buat org luar turki.? Lebih dominan ke Inggris apa Turki.?makasih kak. Aku baru alumni GP1 tahun 2016 ini kak, Mohon bantuannya. :)

    ReplyDelete
  10. Maaf kak, kalo waktu belajar pas jam kuliah itu bahasa pelajaranny yg dipake apa kak buat org luar turki.? Lebih dominan ke Inggris apa Turki.?makasih kak. Aku baru alumni GP1 tahun 2016 ini kak, Mohon bantuannya. :)

    ReplyDelete
  11. Stadz,,,ana jg alumni Gontorthn 2019...ana mau nanya katanya ijazah Gontor untuk beasiswa turkiye burslari ga bisa ?? Mohon infonya syukron

    ReplyDelete